Monday, August 11, 2008

Istiqomah Menjalankan Amalan Kecil

Baiknya amal perbuatan itu, sebagai dari hasil baiknya budi dan hati, dan baiknya hati adalah hasil dari kesungguhan menjalankan perintah Allah, yaitu tidak bergerak dari apa yang didudukkan oleh-Nya (Ibnu Atha'ilah).Baiknya amal sangat tergantung dari baiknya hati, dan baiknya hati sangat tergantung dari istikamahnya diri untuk selalu dekat dengan Allah. Demikian kiranya maksud pernyataan Imam Ibnu Atha'ilah tersebut. Saudaraku, istikamah dalam kebaikan adalah hal penting dalam hidup. Sebab, sebuah amal yang dilakukan secara istikamah, walaupun kecil, perlahan tapi pasti akan mendekatkan kita kepada Allah. Karena itu, tidak ada amal kecil menurut pandangan Allah. Yang menentukan besar kecilnya sebuah amal adalah keikhlasan hati saat melakukannya. Ada sebuah kisah tentang Imam Al Ghazali. Suatu malam Hujjatul Islam ini bermimpi berada di Hari Perhitungan. Dari sekian banyak amalnya, ada satu amal yang sangat disukai Allah melebihi amal-amal lainnya. Ternyata bukan shalat, puasa, bukan karya-karya besarnya, atau hafalan Alqurannya, namun karena keikhlasannya menolong seekor lalat. Ceritanya, saat ia sedang menulis, tiba-tiba seekor lalat jatuh ke dalam tinta. Segera saja Imam Al Ghazali mengambil lalat itu, membersihkan tinta dari tubuhnya, lalu melepaskannya. Kisah ini tentunya jangan sampai mengecilkan arti ibadah, menuntut dan menyebarkan ilmu, atau berjihad di jalan Allah. Kisah ini semata-mata menunjukkan betapa sesuatu yang kita anggap remeh bisa bernilai istimewa di sisi Allah. Karena itu, orang ikhlas tidak pusing memikirkan besar kecilnya amal. Yang ia pikirkan adalah bagaimana agar amal tersebut diterima Allah dan bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia.Sejatinya, tidak ada sesuatu yang besar di dunia ini tanpa kehadiran yang kecil. Semua yang besar tersusun dari hal-hal kecil. Buku misalnya. Ia adalah kumpulan bab; bab adalah kumpulan paragraf; paragraf adalah kumpulan kalimat; kalimat adalah kumpulan kata; kata adalah kumpulan huruf; dan huruf adalah kumpulan titik. Maka setebal apapun buku, hakikatnya adalah kumpulan dari titik. Demikian pula dengan kesalehan dan kemuliaan akhlak. Ia adalah kumpulan dari amal kebaikan yang dilakukan terus-menurus dengan penuh keikhlasan. Seseorang dianggap ahli tahajud bila setiap malam ia istikamahan menjalankannya. Sebaliknya, kita sulit menyebutnya ahli tahajud bila ia hanya sekali dua kali melakukan tahajud. Intinya, akhlak mulai lahir dari kebiasaan, kebiasaan lahir konsistensi kita menjalankan sebuah amal, walau amal itu kita dianggap ringan dan kecil.Bila yang besar itu bentukan yang kecil, maka kita jangan sekali-kali menyepelekan yang kecil. Sebaliknya, kita harus membiasakan diri melakukan hal-hal kecil secara istikamah, selain menjalankan perintah-perintah yang wajib. Senyum dengan tulus adalah hal kecil yang nilai kebaikannya luar biasa. Termasuk pula memungut sampah, membersihkan kamar mandi, mengongkosi teman, berbagi makanan, meminjamkan buku, menengok orang sakit, memaafkan yang bersalah, bersedekah, mau mendengarkan, ucapan yang baik, dsb. Andai kita istikamah (konsisten) melakukannya, jangan heran bila Allah akan mengangkat derajat kita di hadapan manusia lain. Ada baiknya kita mulai membuat program untuk membiasakan diri melakukan hal-hal kecil bernilai ibadah. Saat bangun tidur misalnya, istikamahlah berzikir, membersihkan tempat tidur, membersihkan diri, berwudhu, menyapa atau tersenyum manis kepada anak dan pasangan kita. Atau saat berjumpa orang lain, dahulukan diri untuk tersenyum, mengucapkan salam, menyapa dengan penuh kesopanan. Saat hendak beraktivitas dahului dengan membaca basmalah dan mengakhirinya dengan hamdalah. Ketika hendak tidur, kita bisa mengawalinya dengan berwudhu, shalat witir, dzikir, atau membebaskan pikiran dari kedengkian dan kebencian terhadap orang lain. Saudaraku, terus dan teruslah melakukan amal-amal kecil. Insya Allah, dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, Allah akan mengaruniakan kita kemuliaan akhlak. Amin.( KH Abdullah Gymnastiar ) Sumber : Republika online

Friday, July 4, 2008

Bersabar lebih baik

Kalau dipikir-pikir ternyata sikap emosional itu nggak ada manfaatnya , malah lebih membawa kepada mudharat. Terkadang yang bukan masalah justru menjadi masalah karena sikap yang emosional. Atau sebuah masalah kecil akan menjadi besar juga karena sikap yang emosional.
Sebaliknya sikap sabar ternyata akan membawa banyak manfaat, yang bukan masalah tidak akan menjadi masalah , dan yang masalah bisa jadi selesai

Thursday, July 3, 2008

Mensyukuri dan menjadi bahagia

Kebahagiaan terletak bukan pada apa yang kita miliki tetapi pada bagaimana kita menjadikan yang terbaik dari segala hal yang hadir dalam hidup ini dan kemudian mensyukurinya....

Sunday, September 2, 2007

Kaca mata materi, kaca mata minus

Saat kita berpunya kita akan bangga ....
dan saat kita papa kita akan merasa tak berharga....
itulah minusnya bila kaca mata materi yang selalu kita pakai

Friday, August 31, 2007

Motivasi

"Give so much time to the improvement of yourself that you have no time to criticise others." (Christian D. Larson)

(Sisihkan waktu sebanyak mungkin untuk mengembangkan diri Anda hingga Anda tidak punya waktu untuk mengkritik orang lain)

(Sumber : Tim Secangkir Motivasi)

Tuesday, August 28, 2007

Sepuluh prinsip membangun rumah tangga

Ada minimal sepuluh prinsip yang perlu dipegang guna menata kebahagiaan keluarga, yaitu :
Prinsip pertama, tumbuhkan komitmen. Jika kebahagiaan kita pahami sebagai sebuah pilihan, maka modal pertama untuk mendapatkannya tentulah kemauan untuk bahagia. Tanpa komitmen, kesulitan dan persoalan mudah sekali menghancurkan keluarga.

Prinsip kedua, memberi apresiasi. Setelah membangun komitmen bersama ke arah kebahagiaan, modal berikutnya adalah kemampuan untuk menyatukan kekuatan dari masing-masing pihak. Untuk itu mulailah melihat sisi positif masing-masing pihak. Tanpa kesediaan melihat hal-hal positif pada pasangan kita, maka tidak ada sinergi yang tulus kearah kebahagiaan. Sikap positif pada pasangan dapat ditunjukkan dan ditumbuhkan sehari-hari. Mulai kebiasaan memberikan pujian dan apresiasi yang tulus pada pasangan.

Prinsip ketiga, pelihara kebersamaan. Setelah komitmen dan sikap positif pada pasangan, pondasi selanjutnya adalah kebersamaan. Luangkan waktu untuk bersama. Bermain bersama, bekerja bersama, berlibur bersama. Kebersamaan adalah momen saling membagi. Ia akan menumbuhkan perasaan saling membutuhkan dan saling melengkapi. Sebuah hubungan yang didasarkan pada perasaa saling membutuhkan secara positif akan menjadi awal yang baik bagi sebuah kebahagiaan bersama.

Prinsip keempat, berkomunikasi. Komunikasi adalah sebuah proses pertukaran makna guna melahirkan pengertian bersama. Komunikasi aka melahirkan pertautan perasaan atau emosi yang kuat antara mereka yang terlibat. Karena itu, guna meraih kebahagiaan keluarga, sebaiknya komunikasikanberbagai peristiwa penting yang dialami agar masing-masing pihak semakin mengenal dunia masing-masing dan merasa dilibatkan dalam dunia satu sama lain.

Prinsip kelima, agama atau falsafah hidup. Meyakini falsafah hidup yang sama semakin memperkuat tali batin keluarga. Menjalani bersama ritual agama membuat harmoni keluarga terjalin lebih hangat dan dalam. Misalnya saja melaksananakan sholat berjamaah. Dengan kegiatan seperti itu akan membantu menyadari hal-hal yang lebih mendasar dalam hidup. Sebuah kecerdasan spiritual yang jelas sangat berpengaruh pada kesanggupan orang untuk bahagia.

Prinsip keenam, bermain dan humor. Bermain adalah ciri khas manusia. Sediakan waktu untuk bermain, bersantai, rileks dan humor. Melalui permainan kita membagi perasaan yang kita miliki dengan sesama anggota keluaraga. Permainan melahirkan tawa canda, hal sederhana namun teramat penting untuk kebahagiaan.

Prinsip ketujuh, berbagi tanggungjawab. Fleksibel dalam berbagi peran dan tanggungjawab. kadang suami yang menemani anak, kadang istri yang sibuk diluar. berbagi peran dan tanggungjawab membuat masing-masing pihak semakin merasa sebagai satu kesatuan. banyak masalah dalam keluarga timbul hanya karena enggan berbagi tugas. Suami merasa tidak perlu menangani pekerjaan dapur dan anak, sementara beban sang istri begitu banyak.

Prinsip kedelapan, miliki kepentingan dan kegemaran bersama. Untuk memperkuat fondasi bagi kebersamaan keluarga, sebaiknya carilah kegemaran dan kepentingan yang sama antar setiap anggota keluarga. Lalu rencanakan untuk menjalani kegemaran bersama itu. merencanakan, menjalankan, dan mengevaluasi kegiatan itu secara bersama semakin menguatkan kesatuan keluarga.

Prinsip kesembilan, melayani orang lain. Secara bersama melayani dan menolong orang lain yang kurang mampu atau tertimpa bencana akan membri pengaruh positif. pengalaman itu akan membantu masing-masing pihak semakin bersyukur berada dalam kondisi yang lebih baik. Secara bersama menolong orang lain, membuat kebersamaan itu semakin bermakna.

Prinsip kesepuluh, tahan dengan problem. Tidak ada satu pun keluarga yang terbebas dari problem. Jika kesulitan itu datang, dan anda merasa tidak mampu mengatasinya sendiri, jangan ragu meminta bantuan dari pihak yang lebih ahli. Kekuatan dan kemampuan anda menghadapi hidup tidak akan dikurangi sedikittpun kalau anda meminta bantuan pihak lain.

(Diambil dari buku “membangun keluarga bahagia”, ditulis oleh Mulia Moeslim)

Tuesday, August 21, 2007

Monday, August 20, 2007

Sunday, August 19, 2007

Wednesday, August 15, 2007

Istikamah dan bersabar dalam bekerja

Sesungguhnya siapapun yang melakukan pekerjaannya dengan istikamah dan menerima apa yang didapat dengan hati lega penuh rasa syukur insya Allah akan bertambah rezekinya , sebaliknya siapa yang bekerja dengan hati nggedumel ( menggerutu ) dan ngersulo ( mengeluh ) akan menutup keberhakan rezekinya dan yang didapat bukannya nikmat tetapi siksaan batin yang menderu sehingga bertambah rasa kecewanya dalam menghadapi hidup ini.
Bekerjalah dengan selalu berzikir ( mengingat Allah SWT ) yang mengiringi setiap langkah, bukan dengan tujuan agar hasil berlimpah tetapi agar hati kita tetap terjaga dalam kebersamaan Ilahiyah bersama Allah SWT. Hendaklah kita tidak terseret nafsu berzikir yang kita hubungkan dengan hasil pekerjaan agar kita tidak menjadi pribadi yang rakus dalam bungkus agama.
Sesungguhnya rezeki terbesar dan paling sempurna didunia ini hanya ada dua:
1) Secara dhahir kita diberikan ketaatan kepadaNya
2) Secara batin jiwa kita merasa cukup bersamaNya.

( KH.Lukman Hakim )

Saturday, August 11, 2007

Wednesday, August 8, 2007

Kebiasaan dan kebutuhan

Apa saja yang kita biasakan suatu saat akan menjadi kebutuhan serta bagian dari diri kita ….cuma terkadang kita kurang tepat memilih kebiasaan sehingga sesuatu yang sesungguhnya tidak kita butuhkan atau tidak perlu ada , telah berubah menjadi sebuah keharusan yang kita akan tersiksa karena tiadanya….

Tuesday, August 7, 2007

Musuh manusia

Musuh manusia ada 3 iaitu : (1). dunianya, kerananya waspadailah duniawi itu dengan berzuhud terhadapnya, (2). setannya, kerananya waspadailah setan dengan menentangnya, dan (3). hawa nafsunya, kerananya waspadailah hawa nafsu itu dengan meninggalkan keinginan-keinginannya

(http://hikmatun.wordpress.com/ )

Kabeh kuwi ono wayahe, jatahe lan hikmahe dewe dewe

Suatu ketika saya mengadu kepada seorang staff perusahaan di kawasan Waru Sidoarjo tempat saya pertama kali bekerja. " Bu, saya kalau kerja beginian terus gimana dengan masa depan saya nanti ya ?" Dia bilang " To, semua itu ada waktunya sendiri-sendiri .."
Ya ... kalimat sederhana itu sampai sekarang masih saya ingat dan memang benar adanya...bahwa semua jalinan kisah hidup kita ini memang telah ditentukan oleh Allah SWT. Seringkali sayajustru gagal ketika menggebu-nggebu ingin mendapatkan sesuatu ... dan seringkali pula saya justru 'menemukan' apa yang saya inginkan ketika saya pasrahkan kepadaNya sambil tetap berusaha dhahir untuk meraihnya tetapi jauh dari rasa 'menggebu-nggebu'.
Dengan perjalanan usia, maka kalimat sederhana itu yang dalam bahasa jawa adalah 'kabeh iku ono wayahe dewe-dewe' , berkembang menjadi 'kabeh kuwi ono wayahe, jatahe lan hikmahe dewe-dewe' yang artinya adalah 'semua itu ada waktunya, jatahnya dan hikmahnya sendiri-sendiri'. Tidak semua hal yang kita inginkan akan bisa tercapai, tugas kita hanyalah berusaha dan memasrahkan hasilnya kepadaNya serta kemudian ikhlas menerimanya dengan berbaiksangka kepadaNya bahwa apa yang Dia berikan adalah yang terbaik buat kita menurut kacamataNya, bukan menurut kacamata kita yang notabene adalah ungkapan nafsu yang ada dalam jiwa.

Monday, July 30, 2007

"Jauhilah kartu kredit, mulailah berinvestasi, hiduplah sederhana, dan jangan buang-buang uang untuk hal yang tak berguna"
Warren Buffet ( pemilik kekayaan senilai 52 miliar As, yang 80 persennya disumbangkan untuk kemanusiaan )


( sumber : Roni Yuzirman )

Sunday, April 15, 2007

test

test isi post 16 maret 2007

Wednesday, March 28, 2007

Kaca mata MATERI

Ketika kacamata materi yang kita pakai, maka pandangan 'buram'lah yang akan selalu ada,
ketika berpunya .....akan muncul rasa bangga
ketika tiada berpunya .... timbullah rasa 'kecil' dan kurang percaya diri